Analisis Bisnis Hidroponik Rumahan

Dikutip dari bisnis.com “penjualan dari tanaman hidroponik meningkat hingga 200 persen di tengah pandemi covid-19”.

Di tengah pandemi covid-19, kesadaran masyarakat akan pola gaya hidup sehat semakin tinggi. Terutama di kota-kota besar yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Gaya hidup sehat adalah hal yang wajib di taati oleh seluruh masyarakat.

Selain itu, ketidakpastian akan nasib para pekerja masih belum menemukan titik terang. Hal ini membuat masyarakat memutar otak untuk mempersiapkan yang terburuk, yakni pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Berbagai macam cara pun dilakukan oleh masyarakat untuk tetap bisa menghidupi keluarga di tengah pandemi ini.

Baca juga : 20 Peluang Bisnis di Tengah Virus Corona

Salah satu cara yang kemudian menjadi tren adalah berkebun di rumah dengan metode hidroponik. Hidroponik sendiri adalah metode budidaya tanaman dengan memanfaatkan air nutrisi tanpa media tanah. Hidroponik kemudian lebih diminati oleh masyarakat di perkotaan karena tidak membutuhkan lahan yang luas seperti halnya berkebun secara konvensional.

Bagi anda yang saat ini ingin mencoba berbisnis hidroponik dari rumah berikut adalah analisisnya.

Mari kita asumsikan lahan rumah yang anda alokasikan untuk tempat berhidroponik adalah 5 meter untuk panjang dan 3 meter untuk lebarnya. Asumsi ini saya ambil berdasarkan luas car port pada rumah minimalis.

Gambaran ukuran area hidroponik

Pada area seluas 15 meter persegi ini kemudian akan dibuat fasilitas hidroponik rumahan. Jenis instalasi yang kami rasa sangat cocok digunakan jika anda ingin memulai bisnis hidroponik rumahan dengan modal awal yang tidak terlalu besar adalah instalasi DFT (Deep Flow Technique).

Instalasi Sistem DFT

Ilustrasi Sistem Deep Flow Technique

Pada sistem DFT, instalasi dirancang sedemikian rupa dengan memanfaatkan sirkulasi air mengalir dan menyisakan air menggenang pada sistem.

Dengan luas 3 meter x 5 meter maka material instalasi yang diperlukan adalah sebagai berikut :

  1. Plastik UV dengan lebar 3 meter dan panjang 5 meter @Rp 36.000 total Rp 180.000,-
  2. Baja ringan untuk dudukan (meja hidroponik) 8 batang @ Rp 65.000 total Rp 520.000,-
  3. Pipa PVC 2.5 Inch sebanyak 20 pcs @ Rp 50.000 total Rp 1.000.000,-
  4. Pipa pembuangan 1/2 inch sebanyak 2 batang pcs @ 20.000 total Rp 40.000,-
  5. Mesin pompa disesuaikan dengan kebutuhan Rp 250.000,-
  6. Lain-lain (dop pipa, sambungan L, selang pipa) Rp 200.000,-

Total dana yang dikeluarkan untuk membangun satu set instalasi DFT adalah Rp 2.190.000,-

Dengan total 20 pipa sepanjang 80 meter ( 4 meter x 20 batang) jika jarak per lubang tanam 15 cm maka total lubang tanam adalah 540 lubang.

Biaya operasional bulan pertama.

  1. Bibit tanaman Rp 100.000,- (Alokasi dana lebih karena kemungkinan gagal semai)
  2. PH/PPM meter Rp 100.000,-
  3. Nutrisi AB Mix Rp 30.000,-
  4. PH up/down Rp 55.000,-
  5. Rockwool Rp 108.000,-
  6. Netpot ukuran 5 cm (sesuai kebutuhan) 600 pcs @Rp 285,- total Rp 171.000,-

Total biaya operasional untuk panen pertama adalah Rp 564.000,-

Jadi total yang dibutuhkan untuk memulai bisnis hidroponik rumahan dengan luas lahan 3 meter x 5 meter adalah sebesar Rp 2.754.000

Untuk biaya operasional untuk bulan kedua dan seterusnya dapat anda lihat rinciannya sebagai berikut.

Bibit

Bibit kangkung 500 biji adalah Rp 7.000,-
Total 540 x 5 = 2700 bibit
Sehingga total kebutuhan 5 x 7000 = Rp 35.000,-

Nutrisi

1 liter nutrisi AB mix diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan 150 lubang tanam
Kebutuhan nutrisi per bulan adalah 540/150 = 3.6 liter
Sehingga total biaya nutrisi per bulan adalah 3.6 liter x Rp 30.000,- = Rp 108.000,-

Listrik

Pemakaian listrik 1 buah pompa adalah 60 watt/jam.
Karena menggunakan sistem DFT maka pompa tidak selalu menyala. Kita asumsikan pompa menyala per 1 jam.
Sehingga dalam sehari 12 x 60 = 720 watt/hari
Total dalam sebulan adalah 21.6 Kwh.
Jika 1 Kwh = Rp 1.500,- maka total daya listrik yang dibutuhkan adalah Rp 32.400,- per bulan

Media Tanam

Harga Rockwool di tokopedia Rp 150 per potong (2.5 cm)
Total kebutuhan 540 x 150 = Rp 81.000,- sekali panen
Jika dalam 1 bulan terdapat 2 siklus panen, maka Rp 81.000 ,- x 2 = Rp 162.000,-

Berikut adalah rangkuman biaya operasional setelah bulan pertama.

Bibit = Rp 32.000,-
Nutrisi = Rp 108.000,-
Listrik = Rp 32.400,-
Media tanam = Rp 162.000,-
Depresiasi = Rp 41.000,-

Total biaya operasional bulanan setelah bulan pertama adalah Rp 375.400,-

Sekarang adalah perhitungan panen pertama dengan jenis tanaman kangkung yang mempunyai siklus panen per 14 hari. Harga kangkung hidroponik di pasar modern (swalayan, mall, dll) berkisar antara Rp 15.000 – Rp 20.000 per gram.

1 kg kangkung adalah 1000/250 = 4 bungkus kangkung
Harga per bungkus kangkung 250 gram adalah 4 x 15.000 = Rp 60.000,-

Jika 1 lubang tanam menghasilkan 25 gram kangkung, maka untuk menghasilkan 1 kg kangkung membutuhkan 1000/25 = 40 lubang tanam.

Total berat bersih kangkung yang dihasilkan dalam sekali panen adalah 540/40 = 13.5 kg.
Sehingga omzet per sekali panen dengan toleransi gagal panen 10 persen adalah 12.15 kg x Rp 60.000 = Rp 729.000, – per satu siklus panen.
Karena tanaman kangkung mempunyai siklus panen per 14 hari, maka dalam sebulan anda dapat menghasilkan omzet Rp 1.458.000,-

Dengan modal awal sebesar Rp 2.754.000,- anda dapat menghasilkan 24.3 kg kangkung per bulan, dengan total biaya operasional sebesar Rp 375.400. Jika omzet anda dalam sebulan adalah sebesar Rp 1.458.000,- maka keuntungan yang anda dapatkan adalah Rp 1.458.000 – Rp 375.400 = Rp 1.082.600,-

Dengan demikian anda dapat mencapai BEP (Break Event Point) kurang dari 3 bulan.

Demikian analisis bisnis hidroponik rumahan dengan menggunakan sistem DFT ( Deep Flow Technique). Perhitungan di atas berdasarkan ukuran lahan 3 meter x 5 meter. Anda dapat menyesuaikan perhitungan di atas dengan ukuran lahan yang anda sendiri.

Semoga artikel ini dapat membantu anda. Terutama para pekerja yang saat ini sedang mencari peluang bisnis di masa pandemi ini.

3 thoughts on “Analisis Bisnis Hidroponik Rumahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *