Pengalaman mengikuti CDP Britzone

Community Development Program atau yang sering disingkat dengan CDP adalah program pengembangan bahasa Inggris yang diadakan oleh komunitas bahasa Inggris Britzone di Jakarta. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para peserta yang terpilih. Program ini berlangsung selama 10 kali pertemuan dengan mentor-mentor yang oke banget dan yang terpenting program ini tidak memungut sedikit pun biaya dari peserta. Bersama dengan 15 peserta lainnya, aku beruntung diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisku melalui program ini. Jika kalian penasaran dengan program ini, silahkan membaca artikel ini sampai selesai.

Mungkin aku mulai dengan sedikit menceritakan tentang Britzone. Britzone sendiri adalah salah satu komunitas bahasa Inggris yang berada di Jakarta. Dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Britzone kini telah menjadi salah satu komunitas bahasa Inggris terbesar di Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut tentang Britzone, kamu bisa langsung menuju website resminya.

Tahu Britzone darimana?

Setelah hampir 1 tahun aku bekerja di Jakarta, kesibukan dan kegiatan sehari-hari membuatku sangat jarang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini tentu saja membuat bahasa Inggrisku menjadi semakin jelek. Aku baru menyadari hal tersebut ketika mengikuti wawancara kerja dengan salah satu perusahaan Multinasional. Dengan keinginan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisku, aku kemudian mencari informasi tentang komunitas-komunitas bahasa asing yang berada di Jakarta. Waktu itu aku menemukan dua komunitas yang menarik minatku. Komunitas tersebut adalah Britzone dan yang satu lagi adalah Polyglot. Untuk informasi, Polyglot adalah komunitas yang para anggotanya menguasai lebih dari dua bahasa. Kedua komunitas tersebut menawarkan hal-hal menarik. Karena waktu itu aku hanya ingin fokus memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisku, maka Britzone aku pilih sebagai komunitas yang cocok untuk mencapai tujuanku.

Jadwal Britzone

Britzone sendiri mempunyai tiga kelas setiap minggunya. Untuk lebih tepatnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Hari Materi Tempat Waktu
Selasa Grammar Perpustakaan
Kemendikbud
18.30 – 21.00
Rabu Public
Speaking
Perpustakaan
Kemendikbud
18.30 – 21.00
Sabtu English for Fun Perpustakaan
Kemendikbud
11.00 – 01.00

Proses Seleksi Community Development Program (CDP)

Informasi tentang CDP awalnya aku ketahui melalui Instagram resmi milik Britzone. Pengumuman tentang kegiatan ini aku ketahui setelah seminggu aku mengikuti kegiatan Britzone pada hari Sabtu. Persyaratan untuk mengikuti seleksi CDP sendiri termasuk mudah, aku cuma perlu mendaftarkan nama lengkap, nomor telpon yang aktif serta CV dan Cover letter. Beberapa hari kemudian ada pesan masuk dari salah satu panitia program yang menginformasikan proses seleksi akan diadakan pada hari Sabtu minggu tersebut.

Proses seleksi yang dilakukan adalah toefl prediction test dan para peserta yang memenuhi kriteria akan segera dikabari oleh panitia. Tidak banyak yang aku persiapkan untuk mengikuti seleksi pada hari tersebut selain perbanyak membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris. Kriteria peserta yang akan dipilih mengikuti CDP menurut Joo (salah satu mentor) adalah cover letter yang kamu buat. Walaupun score toeflmu tinggi, kamu bisa saja tidak terpilih kalau cover lettermu tidak mempunyai visi yang sama dengan Britzone.

Pengumuman score toefl kemudian diinformasikan ke masing-masing peserta. Kalaupun kamu tidak lolos, paling tidak kamu akan mengetahui score toeflmu dan dapat memperbaiki pada section mana kamu lemah dalam toefl. Aku sendiri mendapat score 510, dan sangat lemah pada bagian Structure & Grammar. Peserta yang terpilih mengikuti program CDP berjumlah 15 orang. Kami kemudian dibagi menjadi 3 group dengan masing-masing mentor dan mempunyai 10 kali pertemuan. CDP Britzone sendiri tidak mengharuskan kita mempunyai jadwal kelas yang pasti tetapi lebih fleksibel tergantung kesepakatan antara mentor dan peserta.

Pertemuan Pertama

Lokasi yang kami sepakati bersama untuk mengadakan pertemuan pertama adalah Eat&Eat di FX Sudirman. Dengan mengendarai Supra setiaku, aku melaju pada hari minggu menuju FX Sudirman. Cuaca hari itu lagi panas-panasnya. Tidak heran, waktu pertemuan yang kami sepakati adalah 14.00 WIB. Pada group WA, terdapat pesan masuk dari Rama, salah satu peserta. Pesan tersebut menyebutkan dia sudah sampai duluan bersama salah satu peserta yang lain bernama Shafaa. Ketika aku memasuki FX Sudirman, seketika hawa dingin AC mendinginkan kulitku yang memerah karena tersengat matahari. Untuk mempermudah mencari mereka, Rama dan Shafaa kemudian mengirimkan foto selfie mereka. Rama yang mengenakan jaket bola Real Madrid dan Shafaa mengenakan hijab berwarna hitam. Aku tidak memerlukan waktu yang lama untuk menemukan mereka berdua. Shafaa berpostur kecil, hal ini mungkin karena dia yang termuda diantara kita semua. Sedangkan Rama itu anaknya mempunyai badan berisi tetapi proporsional, orangnya baik dan supel. Tak lama setelah kami berkenalan, peserta yang lain pun berdatangan. Kalau tidak salah yang datang pertama adalah Nenny. Nenny sendiri orangnya kurus dan lumayan tinggi untuk perempuan. Setelah Nenny, Lady pun datang. Lady kalau menurutku orangnya baik. Setelah semua peserta berkumpul, Joo sebagai mentor group kami pun akhirnya tiba.

Pertemuan hari pertama ini kami habiskan untuk memperkenalkan diri dan bercanda dan diakhiri dengan memainkan beberapa game yang sudah disiapkan oleh Joo. Pada akhir petemuan, kami kemudian membahas tentang jadwal minggu depan.

Pertemuan kedua

Pertemuan kedua ini kami putuskan untuk bertemu di Ajag-Ijug. Salah satu kafe yang terletak di Jl. Matraman. Yang merekomendasikan kafe ini adalah Nenny. Pada awalnya kami semua tidak mengira kalau mayoritas tempat tinggal kami berada di Jakarta Timur, kecuali untuk Rama yang tinggal di Tangerang dan Lady yang Sebenarnya aku tidak tahu dimana dia tinggal. Pertemuan kedua ini mulai fokus untuk mempelajari grammar. Materi kali ini adalah tentang tenses. Entah kapan terakhir kali aku membaca materi tentang tenses. Kepala ini serasa mau meledak berusaha menyerap kembali materi yang disiapkan. Sesi belajar tidak melulu soal pelajaran dan sangat menyenangkan. Tidak terdapat pembeda antara peserta dan mentor yang sering kali kita temui jika mengikuti kelas formal. Hal ini membuat aku dan peserta yang lain lebih mudah saat bertanya. Di setiap akhir sesi kami selalu menyempatkan mengambil foto kegiatan dengan tujuan mendokumentasikan kegiatan ini dan sekaligus menyimpan moment ini.

Lokasi Ajag-Ijug

Pertemuan ketiga dan seterusnya tidak berbeda jauh dengan pertemuan kedua. Kami semua fokus untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan Grammar yang benar.

Pertemuan ketiga – Sesi Belajar
Pertemuan ke 4 & 5
Pertemuan ke 6 & 7
Pertemuan ke 8; Lokasi Mcd Otista
Pertemuan ke 9 (Aku absen)

Pertemuan ke sepuluh

Pertemuan ke-sepuluh

Pertemuan kesepuluh dan yang akan menjadi pertemuan terakhir kami akhirnya tiba. Semalam sebelum pertemuan kali ini; Shafaa, Lady dan Rama memberitahuku kalau mentor kami Joo sedang berulang tahun. Kami semua kemudian berencana untuk membuat kejutan kepada Joo. Rama yang tiba pertama sudah membeli lilin dan donat sebagai pengganti kue. Ketika kami semua telah tiba, kami berpura-pura sibuk sendiri dan tidak memperhatikan materi yang diajarkan Joo. Setelah memasuki pertengahan sesi belajar, Rama berpura-pura menelepon seseorang. Aku tidak tahu apakah ini adalah kode yang sudah disiapkan sebelumnya untuk memanggil karyawan untuk membawa kue  (baca donat) ulang tahun yang sudah dinyalakan lilinnya. Kami menyanyikan lagu ulang tahun untuk mentor kami yang tampak kaget dan senang. Benar-benar hari yang sangat menarik. Walaupun baru 1 bulanan kami belajar bersama-sama, momen seperti ini akan tetap aku kenang. Aku tidak memandang setiap pertemuan seperti halnya riak air di dalam kolam, yang akan menghilang dengan sendirinya. Tetapi aku memandang setiap pertemuan seperti riak air pada lautan, walaupun kecil, riak tersebut pada akhirnya bisa berubah menjadi ombak yang besar. Ombak yang bernama kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *